ngenet dapet duit disini

Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sex. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

Suka Mikirin Seks... Gimana Cara Mengatasinya?

Diusia remaja ini banyak dari kita yang sering banget pikirannya selalu mengarah ke seks. Kalau lagi melamun yang dipikirin seks. Duh kalau sudah begitu bagaimana cara mengatasinya?



Sebenarnya pikiran seks itu bersumber dari hasrat seksual atau libido yang meningkat. Terutama di usia remaja dimana tingkat hormon meningkat. Pada remaja putri misalnya tingkat hormon seksnya yaitu androgen dan estrogennya meningkat.



Bukan hanya faktor hormonal yang menjadi pemicunya. Masih ada faktor eksternal yang bisa menyebabkan seseorang jadi cenderung selalu memikirkan seks. Diantaranya disebabkan oleh pergaulan yang cukup bebas pengaruh pacar tontonan yang menimbulkan hasrat seksual dsb.



Lalu apa yang harus dilakukan bila pikiran suka mengarah ke seks? Untuk menghilangkan pikiran-pikiran seperti itu diperlukan niat yang kuat dari dalam diri agar tidak melulu menikmati khayalan atau pikiran tentang seks.



Bila pikiran-pikiran seperti itu terlintas cobalah alihkan ke pemikiran yang positif. Jangan biarkan khayalan seks memenuhi pikiranmu. Lakukanlah aktivitas yang dapat mengalihkan tersebut seperti membaca buku ngobrol sama adik atau kakak browsing info menarik dll.



Singkirkan barang-barang yang bisa membuatmu berpikir ‘ngeres’. Jauhi dari jangkauan pandanganmu. Lakukan hal positif yang kamu sukai. Selain itu ada hal dasar yang paling penting. Yakni perbanyak doa kepada-Nya agar terhindar dari godaaan pemikiran negatif seperti ‘pikiran-pikiran aneh’ seperti itu.



(noe/noe)

Kamis, 01 April 2010

Trend Mengganti Alat Kelamin Makin Meningkat

Trend Mengganti Alat KelaminKalau di Indonesia pasti langsung tergambar sama DORCE, yang telah mengganti alat kelaminnya dari laki-laki menjadi perempuan. Beda dengan Chaz Bono yang dikenal sebagai anak perempuan dari Sony dan Cher, telah menjalani operasi menjadi laki-laki tahun lalu. Semakin banyak jumlah individu yang mengikuti pembedahan gender reassignment.

Cukup sulit untuk mengetahui jumlah yang berganti kelamin di Amerika Serikat. Sensus tidak merekam data ini, dan begitu juga dengan organisasi lainnya. The National Center for Transgender Equality di Washington, DC memperkirakan jumlah mereka antara 0,025% hingga 1% dari jumlah total penduduk.

Hanya sedikit sekali jumlah statistik mengenai jenis operasi ini. Operasi pria menjadi perempuan atau ‘male-to-female’ (MTF) ternyata lebih sering dibandingkan perempuan ke pria atau ‘female-to-male’ (FTM) seperti yang dilakukan Bono.

Hal ini disebabkan secara signifikan transgender dari FTM ini hanya sedikit sehingga subyek penelitian sulit ditemukan. Operasi untuk perubahan jenis kelamin ini merupakan isu besar bagi gender, seksualitas dan orientasi seksual.

“Pilihan Chaz Bono mengubah hidupnya menunjukkan langkah maju, tidak hanya bagi kehidupan pribadinya tetapi juga bagi mereka yang berkomitmen untuk mendapatkan keadilan dan kesamaan bagi pihak transgender ini,” ungkap Neil G Giuliano, Presiden The Gay&Lesbian Alliance Against Defamation (GLAAD).

“Mengungkapkan diri sebagai transgender adalah sesuatu yang sifatnya sangat pribadi dan tidak pernah mudah bagi seseorang,” tambahnya lagi

Tapi isu mengenai gender ini bisa menjadi salah pengertian karena istilah yang mengelilinginya, kata C. Lynn Carr, profesor dari Seton Hall University dari New Jersey yang mempelajari hubungan antara seks, gender dan seksualitas

“Seks itu sifatnya biologis (seperti laki laki atau perempuan), gender berada dalam label sosial (seperti maskulin, feminin, androgini) sedangkan seksualitas berhubungan dengan ketertarikan seperti heteroseksual, biseksual, homoseksual, autoseksual ataupun selibat,” ungkap Carr. “Di budaya barat, baik sarjana maupun orang awam masih sulit dan bingung untuk membedakan ketiganya.”

Menjadi tidak bahagia dengan peran gender yang dimilikinya belum tentu orang itu tidak menyukai gender tersebut secara spesifik. Sebaliknya, menurut Carr, terlepas dari seksualitas, banyak dari mereka tidak merasa nyaman dengan stereotype atau labelisasi dari gender mereka.

“Dalam jangka waktu yang panjang, perempuan pada umumnya tidak puas dengan peran gender yang sedikit ini,” ungkap Carr. "Mereka begitu sering tidak puas, berdasarkan penelitian dari sebagian besar wanita dewasa di akhir abad ke-20, mengingat masa kanak-kanak. Ketika gadis bertindak atas ketidakpuasan mereka, mereka disebut 'tomboy’."

Karena tubuh atletis pada anak perempuan saat ini lebih diterima, label 'tomboy' sekarang lebih jarang digunakan, dan mungkin bahkan menghilang.

Bagi orang-orang transgender, bagaimanapun, masalah-masalah gender sebenarnya lebih daripada ketidakpuasan dengan stereotip yang diterima mereka. Menurut GLAAD, istilah "transgender" digunakan untuk menggambarkan orang-orang dengan identitas gender berbeda dari apa yang dilabelkan saat lahir.

Banyak orang transgender mengatakan bahwa tubuh mereka selalu terasa ‘salah’, dan bahwa mereka telah merasa tidak nyaman sejak anak-anak. Hal ini terutama berlaku dalam kasus interseks anak-anak, yang lahir dengan dua organ seks laki-laki dan perempuan. Dokter sering kali menetapkan jenis kelamin anak ini melalui operasi.

Sebuah studi di edisi September 2007 jurnal BJU International menemukan bahwa mayoritas pasien MTF yang menjalani pembedahan puas dengan hasilnya, meskipun masih ada komplikasi seperti pertumbuhan rambut vagina (29%), masalah kemih (27%), vagina prolapse (6%) dan kematian jaringan vagina (3%).

"Meskipun masalah ini, terutama yang kecil dan mudah diperbaiki dengan operasi sekunder, 76% pasien yang memberikan timbak balik secara rinci bahagia dengan hasil operasi mereka dan 80% mengatakan operasi telah sesuai dengan harapan mereka," tulis Jonathan C Goddard, kepala penelitian.

Kamis, 18 Maret 2010

Konspirasi Seks dan Politik ala ML


Apa hubungan seks dan politik?! Jauh banget, ya?! Padahal dekat banget!!! Malah sudah satu tubuh!!! Mereka sudah lama, tuh, melangsungkan perkawinan. Hasil dari perkawinan mereka pun sudah banyak sekali. Nggak percaya?!

Membaca tulisan Bang Risman alias rismanaceh yang berjudul “Sensualitas Politik“, membuat saya menjadi bergairah untuk menuliskan tulisan tentang seks dan politik. Rasanya gemas banget!!! Sudah lama saya tidak menulis artikel tentang politik di media massa. Kangen juga!!!

Seperti yang kita ketahui dan rasakan juga, kondisi politik negara kita sedang dalam keadaan tidak menentu. Begitu juga dengan keadaan ekonomi, sosial, dan budaya serta pendidikan dan kesehatan. Semuanya, deh!!! Semua sangat tidak jelas arah dan tujuannya. Kita tidak memiliki kepastian apapun atas segala kemungkinan yang terjadi. Hanya ada satu kemungkinan besar yang hampir dapat dipastikan. Keributan besar. Tidak ada maksud untuk memprovokasi, lho!!! Ini berdasarkan pengamatan saya saja. Bisa benar bisa juga salah. Maklum, deh, tukang seks kalau bicara politik suka asal!!! Mudah-mudahan saja ini salah, ya!!!

Menurut saya, nih, apa yang terjadi sekarang ini sangat erat hubungannya dengan seks. Kita memang sudah sejak lama mengawinkan seks dengan politik. Seks yang merupakan sumber kekuatan dimanfaatkan oleh politik dan digunakan untuk kepentingan politik juga. Buktinya?! Banyak sekali!!!

Untuk topik seksual dan sensualitas sudah dibahaslah, ya, oleh Bang Risman. Saya mengambil bukti yang lain, deh!!! Soal undang-undang perkawinan yang berlaku di negara kita ini. Perkawinan sudah pasti bagian dari seks, dong, ya!!! Perkawinan yang tercatat oleh negara juga merupakan salah satu alat untuk mengetahui identitas penduduknya sekaligus mengontrol penduduknya. Kenapa mengontrol?! Ya, kan, jadinya bisa memprediksi akan terlahir berapa anak yang akan terlahir sebagai generasi penerus. Dari daerah mana? Dari suku apa? Kelas berapa? agama apa? Dan masih banyak lagi. Sangat banyak yang dapat diketahui dari pencatatan perkawinan ini. Dari data inilah kemudian bisa dibuat kesimpulan atas tindakan apa yang harus dilakukan demi kepentingan politik. Lahirnya undang-undang, kan, tidak sembarangan begitu saja. Ada banyak unsur terkait perihal kepentingan tertentu.

Hebatnya lagi adalah promosi mengenai hasil pencatatan ini. Segala daya upaya dipergunakan agar tujuan bisa tercapai. Kalau memang tujuannya baik, sih, nggak masalah. Kalau tujuannya untuk kepentingan kelompok tertentu, ini sangat berbahaya. Sangat merusak dan memiliki potensi besar dalam menghancurkan bangsa dan negara. Ditunjang pula oleh berbagai tindakan strategis lainnya yang “menutup” semua jalan agar terfokus pada tujuan ini. Kebenaran pun bisa diputarbalikkan dengan mudahnya, kok!!! Pendidikan adalah kata kuncinya.

Coba pikirkan lagi, bagaimana pembodohan dilakukan di negara kita ini?! Sejarah sudah tidak jelas mana yang benar mana yang salah. Sejarah dianggap tidak penting dengan membuatnya menjadi tidak menarik untuk dipelajari. Juga ilmu-ilmu sosial lainnya yang berkaitan erat dengn fakta sejarah dibuat sedemikian rupa sehingga tidak ada yang mau mempelajarinya secara lebih mendalam. Pendidikan lalu dihubung-hubungkan dengan lapangan pekerjaan. Di mana sekarang faktanya, orang sekolah hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Orientasinya bukan untuk mendapatkan pendidikan, tetapi mendapatkan kerja dan kedudukan yang layak. Apa ini benar?! Seharusnya tidak begitu, kan?! Tidak heran bila kualitas pendidikan kita merosot terus. Sudah tidak benar lagi, sih!!!

Pemutarbalikkan pemikiran juga tidak hanya dilakukan dari pendidikan formal saja, tetapi juga menyeluruh. Di mana ada kesempatan, di situlah diambil celahnya. Perbedaan agama dan keyakinan merupakan celah dan lubang besarr yang paling menarik untuk dimasuki. Sangat mudah soalnya untuk memprovokasi penduduk di negara ini lewat agama. Buat saja peraturan tentang perkawinan yang mewajibkan satu agama dengan alasan keabsahan perkawinan dari segi agama. Halal tidaknya perkawinan hanya dilihat dari satu sisi pandang saja. Bukan secara menyeluruh. Masalah tentang seks pun lalu hanya dikaitkan dengan soal persetubuhan saja. Hal yang lebih penting lainnya diabaikan sama sekali. Kebenaran pun diputarbalikkan menjadi pembenaran.

Pertanyaan saya mudah saja, siapa di antara kita yang tidak yakin kalau jodoh itu di tangan Tuhan?! Kalau memang semua yakin, lalu kenapa manusia bisa menentukan?! Itu saja cukup. Silahkan berpikir kembali, ya?!

Kalau sudah begini, apa yang terjadi. Perpecahanlah, ya, pastinya. Ditambah dengan pembodohan tadi, semuanya jadi berjalan lebih lancar. Maka jadilah kita seperti sekarang ini. Selalu ribut dan sulit untuk bersatu. Semuanya dibuat untuk menjadi egois dan mementingan kepentingan masing-masing. Nah, kalau sudah begini, mereka akan dengan mudahnya masuk dan mendominasi. Melakukan apa yang menjadi tujuan mereka. Siapa coba yang akan menyadarinya?! Yang diributkan soal yang lain, sih!!! Siapa yang mudeng?! Paling hanya segelintir orang saja. Tidak sebanding dengan mereka yang larut dengan permainan ini.

Nah, sudah jelas, kan, sekarang apa hubungannya seks dan politik. Makanya saya berpendapat bahwa seks adalah titik awal. Bisa dijadikan dasar untuk memainkan segala permainan dalam kehidupan ini bila seks itu sendiri tidak dipahami dan dipelajari dengan baik dan sungguh-sungguh. Ini juga tidak hanya terjadi di negara kita, lho!!! Seks dan politik adalah permainan dunia. Sangat mendunia. Bukan hanya seks untuk manusia saja, tetapi juga makhluk hidup lainnya. Pernahkah terpikir bagaimana sampai terjadi mutasi genetik terhadap spesies tertentu untuk kemudian digunakan sebagai alat untuk berperang?! Bagaimana mereka memulainya?! Hmmm… apalagi kalau bukan seks. Dahsyat banget, kan?!

Yah, ini teori konspirasi seks dan politik ala tukang seks saja. Sekali lagi, ini bisa benar bisa juga salah. Mohon dimaklumi, ya!!! Tukang seks kalau bicara politik suka nggak nyambung!!! Hehehe…. Mudah-mudahan saja ini masih bisa ada manfaatnya agar kita tidak lagi bisa dipecah belah dan menjadikan para pemain itu menjadi pemenangnya!!! Boleh, dong, berharap biarpun cemas.

Rabu, 17 Maret 2010

ML Pemecah Recor


JIKA melihat fotonya secara sepintas, boleh jadi Anda mengira cewek-cewek tersebut sedang melakukan senam massal. Demikian pula dengan saya. Akan tetapi perkiraan saya itu meleset total. Mereka ternyata mempersiapkan diri untuk menantikan kedatangan pasangan prianya untuk melakukan hubungan seks secara massal.

Sungguh dunia ini semakin gila! Benar-benar gila malah! Saya katakan demikian karena mereka ternyata melakukan perbuatan asusila itu hanya untuk mencetak rekor dunia. Masya Allah! Benar-benar sangat tidak masuk akal dan tak layak dilakukan oleh manusia yang beradab. Mereka tak ubahnya binatang saja, making love (ML) secara terbuka di tempat umum. Dan belum tentu pula masing-masing pasangan tersebut adalah suami istri. Ini benar-benar amoral. Terlaluuuuu….!!!

Terus terang saya tak bisa membayangkan apa yang ada dalam benak para pelakunya. Bisa-bisanya mereka tertarik untuk melakukan seks berjamaah hanya karena ingin memecahkan rekor dunia. Bayangkan saja, 250 pasangan (250 wanita dan 250 pria) itu melakukan seks di sebuah gudang. Seperti dikutip di sebuah situs, peristiwa yang terjadi di Jepang ini direkam dengan teknologi kamera canggih dan diabadikan menjadi sebuah film porno yang dijual di pasaran dalam bentuk DVD, dengan harga sekitar $40 atau Rp 380.000-an. Kegiatan ini dikenal dengan sebutan Orgy.

Meski beberapa foto adegan-adegannya sudah beredar luas di internet — termasuk yang telah diblur — namun yang saya ambil sebagai illustrasi hanya foto persiapannya saja. Ini demi menghindari kesan pornografi.

Yang patut disayangkan karena kasus ini terjadi di Jepang dan melibatkan warga negeri Matahari Terbit tersebut. Padahal Jepang, seperti diketahui adalah salah satu negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai moralitas dan budayanya, seperti juga dengan Indonesia.

Namun demikian, hikmah yang bisa dipetik adalah semoga kasus ini bisa dijadikan pelajaran. Jangan sampai gara-gara ini kita juga ikut-ikutan mau memecahkan rekor gila tersebut. Ini bukan tidak mungkin, apalagi anak bangsa di negeri ini gampang terpengaruh trend.

Sebagai penutup kata, kita tentu tidak ingin mendengarkan Indonesia berhasil memecahkan rekor dunia seks berjamaah yang dipegang oleh Jepang tersebut. Oleh karena itu, meminjam istilah bang Napi, waspadalah…!!!

Forum

[URL=http://idr-clickit.com/register.php/bsoeroso.html][IMG]http://idr-clickit.com/banner1.png[/IMG][/URL]

Demo

Demo
" Salah satu bentuk aspirasi yang disampaikan melalui aksi demo Karyawan ADAM AIR "

" Situasi yang tidak seimbang sehingga masyarakat juga memberikan aspirasi lewat aksi demo "

KOMPAS.com

focusindosukses.com