ngenet dapet duit disini

Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

Suka Mikirin Seks... Gimana Cara Mengatasinya?

Diusia remaja ini banyak dari kita yang sering banget pikirannya selalu mengarah ke seks. Kalau lagi melamun yang dipikirin seks. Duh kalau sudah begitu bagaimana cara mengatasinya?



Sebenarnya pikiran seks itu bersumber dari hasrat seksual atau libido yang meningkat. Terutama di usia remaja dimana tingkat hormon meningkat. Pada remaja putri misalnya tingkat hormon seksnya yaitu androgen dan estrogennya meningkat.



Bukan hanya faktor hormonal yang menjadi pemicunya. Masih ada faktor eksternal yang bisa menyebabkan seseorang jadi cenderung selalu memikirkan seks. Diantaranya disebabkan oleh pergaulan yang cukup bebas pengaruh pacar tontonan yang menimbulkan hasrat seksual dsb.



Lalu apa yang harus dilakukan bila pikiran suka mengarah ke seks? Untuk menghilangkan pikiran-pikiran seperti itu diperlukan niat yang kuat dari dalam diri agar tidak melulu menikmati khayalan atau pikiran tentang seks.



Bila pikiran-pikiran seperti itu terlintas cobalah alihkan ke pemikiran yang positif. Jangan biarkan khayalan seks memenuhi pikiranmu. Lakukanlah aktivitas yang dapat mengalihkan tersebut seperti membaca buku ngobrol sama adik atau kakak browsing info menarik dll.



Singkirkan barang-barang yang bisa membuatmu berpikir ‘ngeres’. Jauhi dari jangkauan pandanganmu. Lakukan hal positif yang kamu sukai. Selain itu ada hal dasar yang paling penting. Yakni perbanyak doa kepada-Nya agar terhindar dari godaaan pemikiran negatif seperti ‘pikiran-pikiran aneh’ seperti itu.



(noe/noe)

Cari Pacar Via Online

Susah mendapatkan pacar di dunia nyata? Kenapa nggak coba di dunia maya saja.. jangan salah loh bila bertemu orang yang tepat. Nggak jarang bisa langgeng dan lanjut ke pelaminan. Tapi jangan asal pilih ya! Berikut kiat-kiatnya saat kamu kopdar dengannya!



Call Him or Her

Sebelum kopdar dengannya ada baiknya kamu telepon dia dulu.. nggak sekedar chatting saja tujuannya untuk memastikan apa kamu benar-benar nyambung atau nggak sama si dia.kalau di telepon saja sudah nggak nyambung apalagi pas kopdar?



Tempat yang aman dan nyaman

Saat mau kopdar dengannya pilihlah tempat yang aman dan nyaman. Contohnya di mall café dsb. Usahakan jangan bertemu di rumahnya atau rumahmu langsung. Pilihlah tempat umum yang mudah dijangkau dan nggak terlalu cepi atau terlalu ramai.



Tak Seindah yang Dibayangkan

Foto kadangkala ‘menipu’ karena itu jangan memiliki ekspektasi berlebih tentang si dia sebelum bertemu langsung. Ibarat membeli barang via online kadang lebih cakepan fotonya daripada barangnya langsung tapi nggak sedikt juga foto dan barang yang dijual benar-benar sama.



Jangan kabur!

Nah lo.. saat melihat langung dengannya ternyata dia sangat jauh dari bayanganmu selama ini jangan langsung kabur atau pura-pura nggak kenal. Nggak ada salahnya kan untuk mengenalnya sebatas teman saja?

(noe/noe)

Kamis, 07 Januari 2010

CINTA DALAM PERKAWINAN

“Aku ingin percaya bahwa cinta itu ada. Aku ingin percaya bahwa kejujuran itu nyata. Aku ingin percaya. Tetapi....” Dia berkata sambil menunduk. Di luar, langit sedang muram. Gerimis jatuh perlahan. Dan jalan sepi. Kami duduk di teras rumahnya sambil memandang ke jejeran tanaman azalea yang menghiasi pagar halamannya. Petang belum tiba, namun langit gelap. Matahari bersembunyi di balik mendung tebal. Setebal mendung di hatinya. Dan itu terjadi dua tahun lalu.

Wajahnya sedang kusut. Matanya sedang muram. Beberapa waktu sebelumnya, istrinya menghilang bersama seorang anaknya yang berumur 9 tahun. Dan setelah lama mencari kabar, istrinya mengirimkan sepucuk surat, meminta perceraian karena, tulisnya, dia tidak lagi mampu hidup dengannya. Memang, setahuku, keluarganya tidaklah bahagia. Percekcokan sering terjadi antara mereka. Keduanya memiliki sifat yang saling bertentangan. Dan keduanya pun tak bisa saling mengalah dan memahami satu sama lain. Hidup rumah tangga mereka serupa neraka saja. Namun tetap saja, peristiwa itu menjadi satu pukulan baginya.

“Apa yang harus kulakukan saat ini?” tanyanya padaku petang itu. “Apa yang harus kuperbuat? Haruskah aku menerima permintaan istriku atau aku menolaknya karena agama kami melarang perceraian? Tetapi jika kehidupan bersama kami dilanjutkan dalam suasana yang sama, tidakkah kami hanya menyia-nyiakan kehidupan kami? Tetapi bagaimana dengan anak kami? Ah, aku bingung. Aku ingin percaya bahwa cinta itu ada, tetapi......” Dia menghela napas panjang lalu menatapku tak berdaya.

Aku, sahabatnya. Aku, juga sahabat istrinya. Apa yang harus kulakukan? Saat itu aku bingung. Aku mungkin bisa memberikan hiburan dan nasehat-nasehat standar yang pernah kubaca dalam buku-buku tentang bagaimana memecahkan masalah keluarga, tetapi saat itu aku merasa semuanya takkan berguna. Hidup, yang mereka jalani bukan hidup yang kujalani. Perasaan, yang mereka alami bukan perasaan yang kualami. Dan pengalaman mereka bukanlah hanya sebuah teori di atas kertas bacaan saja. Apa yang harus kulakukan?
Saat itu, seingatku, aku hanya berkata, “cobalah untuk hidup berpisah dulu sambil merenungkan kesendirian kalian masing-masing. Tapi jangan dulu memikirkan perceraian. Jangan. Biarkan waktu mengendapkan pertikaian di antara kalian. Berdoalah dan mohonlah bimbingan Tuhan. Pergilah ke tempat-tempat dulu kalian pernah berpacaran dan nikmatilah kesendirian kalian di sana” Aku menyampaikan pendapatku tanpa rasa kepastian. Seolah hanya untuk menarik-narik waktu agar mereka dapat berpikir kembali dan tidak hanya tenggelam dalam aliran perasaan saja. Ya sering, kita hanya larut dalam perasaan tanpa mampu berpikir jernih, terutama saat sebuah ledakan peristiwa sedang terjadi. Demikianlah, malam telah tiba saat aku meninggalkannya sendirian. Hujan jatuh rintik dan aku berharap udara yang cukup sejuk mampu membuatnya berpikir jernih dan sederhana.

Dua hari lalu, saat hiruk pikuk kenaikan BBM masih terus berlangsung, aku bertemu dengannya di Mal Panakkukang. Dia dan bersama istrinya dan, anaknya serta seorang bayi yang dibopong istrinya. Kami lalu saling menyapa, lalu mereka mengundangku untuk makan bersama di sebuah resto kecil yang punya jendela kaca langsung menghadap ke panorama jalan karena resto ini terletak di atas jembatan penyeberangan Mal. Kami duduk bercerita sambil tertawa-tawa bersama. Tak nampak lagi kekusutan di wajah mereka. Bayi yang dibopong istrinya tiba-tiba menangis keras, dan istrinya kemudian sibuk mengurus bayinya, bayi mereka.
“Nampaknya semuanya kembali seperti semula” kataku padanya. “Ya, bahkan lebih baik dari semula” katanya padaku. “Apa yang telah kau lakukan sehingga istrimu kembali?” tanyaku. Dia memandangku dan tersenyum. “Pertama-tama aku mau menyampaikan terima kasih atas nasehatmu dulu. Ya, aku membiarkan semuanya mengalir saja. Tapi aku juga memikirkan segala sesuatu yang telah terjadi pada kami. Sesekali aku mengunjungi tempat-tempat kami pernah berpacaran dulu. Keindahan suasana dan perasaan kehilangan serta kesendirianku lalu membuatku berpikir. Selama ini, aku terlalu mementingkan diriku sendiri. Selama ini aku tak pernah mau memahami dirinya. Aku hanya mau percaya pada cinta dan kejujuranku sendiri, tanpa pernah percaya bahwa dia pun memiliki cinta dan kejujurannya sendiri. Aku berdoa, aku memohon pada Tuhan, dan aku mendengar suara hatiku berkata bahwa aku harus meminta maaf dan juga memaafkan segala yang telah terjadi diantara kami. Begitulah, temanku, kami lalu menyusun rencana baru, namun kali ini dengan lebih rasional. Sebab kami menyadari bahwa ternyata, jauh lebih indah untuk hidup bersama seperti dulu daripada masing-masing hanya memikirkan diri dan kepentingan kami sendiri-sendiri. Sekarang, kami bahkan sudah memiliki seorang bayi lagi hehehe....” Wajahnya cerah, senyum merekah di bibirnya dan matanya berbinar-binar. Saat itu aku merasa lega. Amat lega.

Dimanakah cinta? Dimanakah kejujuran? Di dalam kepercayaan kita satu sama lain. Di dalam doa kita kepada Tuhan. Di dalam saling pengertian dan pemahaman kita pada kehidupan ini. Kepercayaan kita terletak tidak di dalam diri kita, tetapi pada orang-orang yang kita temui di mana saja. Ya, cinta dan kejujuran hanya berarti jika kita percaya pada Tuhan dan sesama kita. Bukan hanya pada diri kita saja. Bukan pada diri kita saja. Dan aku kira, itulah gunanya kita hidup di dunia ini.

Selasa, 03 November 2009

Cinta yang Sempurna

Sepasang pria dan wanita menikah, dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia….." Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman… Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir….. "Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan…" jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu". Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…. " Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya… Ia menunduk dan menangis…..
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah disekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

@bintan

Selasa, 13 Oktober 2009

Perempuan yang Mencintai Suamiku

Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.

Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makan pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.

Dia menciumku maksimal dua kali sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang.
Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua di luarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.

Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak-anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.

Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya dibandingkan makan di rumah, dia kena typhoid dan harus dirawat di RS karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.

Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.

Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Aku mulai mengingat-ingat 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario. Setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari tiga kali. Dia membelikan aku parfum baru dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang ada pekerjaan yang membingungkan.

Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar dan menyapa dengan suara riangnya,

“Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? Tidak mau makan juga? Uhh… dasar anak nakal, sini piringnya,” lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis di tangannya. Dan….aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!
Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.

Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan eggroll kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. Kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu-lucu.

Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu apa yang bergejolak di hatinya.
Suatu sore, mendung begitu menyelimuti Jakarta . Aku tidak pernah menyangka, hatiku pun akan mendung bahkan gerimis kemudian.

Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya dan memanggilku, “Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?“
Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,

Dear Meisha,
Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku. Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku.


Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.

Aku tidak tahu bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itulah yang aku rasakan.


Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa. Dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti: You are the only one in my heart.

Yours,Mario

Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.
Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.

Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.

Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan sepeda motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Mario merasa heran karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju terkenal. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.

Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku? Itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku!

Mario terus menerus sakit-sakitan dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.
Setahun kemudian…

Meisha membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.

Mario, suamiku….
Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah ketika kamu asyik bekerja dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas angin ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku… Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku…..


Ternyata aku keliru….aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.


Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, “Kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku.“
Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.


Istrimu,
Rima


Di surat yang lain,

“………Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari ke dua bola matamu saat memandang Meisha……“

Di surat yang kesekian,

“…….Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah-marah padamu. Aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar memasak dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros dan selalu menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu meneleponmu untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur di samping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah……. Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya……..“

Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya… dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu di sampingnya.
Di surat terakhir, pagi ini…

“…………..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude Tati sampai aku kehujanan dan basah kuyup karena waktu pulang hujannya deras sekali dan aku hanya mengendarai sepeda motor.

Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran di matamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.

Tahukah engkau suamiku,

Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu. Inikah tanda-tanda cinta mulai bersemi di hatimu………?“

Jelita menatap Meisha lalu bercerita,

“Siang itu Mama menjemputku dengan motornya. Dari jauh aku melihat keceriaan di wajah mama. Dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya di seberang jalan. Ketika mama menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi…… aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante….. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak……“

Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.

Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam dan tadinya aku ingin Rima membacanya.

Dear Meisha,
Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar…. Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya?


Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku tapi karena dia belahan jiwaku….


Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk di samping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.

Jakarta , 7 Januari 2009
(dedicated to my friend….may you rest in peace…)

Rabu, 07 Oktober 2009

Cinta Dan Kasih

Kalau engkau terperangkap olehnya, cinta itu menjadi kematian bagimu. Cinta bagai misteri, datang dan pergi tanpa permisi. Anda tak perlu mencarinya karena cinta akan datang dengan sendiri. Anda tak dapat membelinya karena cinta tak dapat dihargai.

Cinta akan lahir dengan sendirinya tanpa kita ketahui kapan, dan tanpa kita ketahui kepada siapa. Jika suatu hari pasangan Anda mengatakan " Aku tak mencintaimu lagi. " Let it go. Biarkan berlalu karena cinta tak dapat dipaksakan. Jika dipaksakan cinta tersebut layaknya sebuah bom waktu, yang akan meledak menjadi kebencian. Let it go.

Cinta akan datang kembali kepada Anda suatu waktu, mungkin dari orang yang pernah Anda cintai atau dari seseorang lainnya, Tuhan tak akan membiarkan Anda sendirian.

Lalu bagaimana dengan perasaan Anda yang ditinggalkan cinta?

Simpanlah dalam-dalam cinta tersebut. Kenanglah sebagai bagian dari masa lalu.

Menangislah jika perlu. Berbahagialah karena Anda pernah dicintai, berbahagia karena cinta pernah singgah di hati Anda.

Bagaimana jika cinta hilang dalam sebuah perkawinan?
Dalam suatu perkawinan cinta adalah cinta yang harus dipertanggungjawabkan, kepada Tuhan dan kepada suami atau istri dan kepada anak ( jika ada ). Anda tak dapat pergi begitu saja dengan mengatakan " Aku tak mencintai kamu lagi." Dalam sebuah perkawinan " Anda " adalah dua yang menjadi satu. " Anda " adalah suami/istri dan anda sendiri. Jangan turuti kemauan anda tapi turuti kemauan "Anda". Bagi Anda yang mencintai, ubahlah makna cinta menjadi KASIH.

Cinta itu bersemayam di dalam hati ( bukan di otak atau pikiran ), jika hati anda penuh dengan kasih, cinta tak akan pernah hilang dari diri Anda.

Kasih itu indah
Kasih tidak membuat cemburu
kasih itu menerima apa adanya dan memberi yang ada
kasih itu komitmen sehingga seseorang yang mempunyai kasih tak akan melupakan cintanya
kasih itu murah hati bukan murah cinta ( dalam hubungan asmara )
kasih itu rendah hati bukan merendahkan cinta
kasih itu mengampuni dan memaafkan
kasih adalah cinta sejati karena berasal dari Sang Pencipta.

Tanamkan kasih di dalam hati Anda sejak awal maka cinta Anda tak akan hilang.
Tanamkan kasih maka Anda akan bertahan jika kekasih Anda mengatakan, " Aku tak mencintaimu lagi. " ( Berat memang, apalagi jika kita masih mengasihi dia ).

Jika Anda dan pasangan Anda memiliki kasih, Anda berdua boleh berujar :
" Orang ke tiga ? Siapa takuttt................"

@bams
WWW.Mbahroso-roso.blogspot.com

Selasa, 07 Juli 2009

Rayuan GOMBAL Terbaru 2009

1. Tadi malam aku kirim bidadari untuk menjaga tidurmu. Eh, dia buru-buru balik. Katanya, 'Ah, masa bidadari disuruh jaga bidadari?' --- jadi inget iklan jeruk!
2. Kalau kamu nanya berapa kali kamu datang ke pikiranku, jujur aja, cuma sekali. abisnya, ga pergi2 sih! --- hahahaha !!
3. Sempet bingung jg, kok aku bisa senyum sendiri. Baru nyadar, aku lagi mikirin kamu. --- klasik taapi manjur ! 4. Kalau suatu saat kamu hancurkan hatiku... akan kucintai kamu dengan kepingannya yang tersisa. --- ?!?! do women really fall for this??
5. Berusaha melupakanmu, sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal. --- Hahaha kenalan dulu kali yeee!
6. Kalau kamu ajak aku melompat bareng, aku ngga bakalan mau. Mending aku lari ke bawah, bersiap menangkapmu. --- pasti atlit baseball! a mid-fielder
7. ku pernah jatuhkan setetes air mata di selat Sunda. Di hari aku bisa menemukannya lagi, itulah waktunya aku berhenti mencintaimu. --- hmmmm hmmmm :-)
8. Ga usah janjiin bintang dan bulan untuk aku, cukup janjiin kamu bakal selalu bersamaku di bawah cahayanya. --- yg ini manjur kayanya...
9. Kalau kamu nanya mana yg lebih penting buat aku: hidupku atau hidupmu, aku bakal jawab hidupku. Eits, jangan marah dulu, karena kamulah hidupku. --- weleh weleh weleh
10. Pertama ketemu, aku takut ngomong sama kamu. Pertama ngomong sama kamu, aku takut kalau nanti suka sama kamu. Udah suka, aku makin takut kalau jatuh cinta. Setelah sekarang cinta sama kamu, aku jadi bener2 takut kehilangan kamu. Kamu emang menakutkan! --- emangnya "setan budeg"
11. Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum. --- this one kills... ladies beware!
12. Jika aku bisa jadi bagian dari dirimu, aku mau jadi airmatamu, yang tersimpan di hatimu, lahir dari matamu, hidup di pipimu, dan mati di bibirmu --- ahhh bibir hehehe
13. Orang bilang bulan itu indah...tapi aku bilang tidak. Orang bilang planet venus itu cantik...tapi menurut aku tidak. Aku bilang bumi itu indah dan cantik...karena ada kamu. ---
I give up! jijay bajay jablay ...

Sabtu, 04 Juli 2009

Menjalin Cinta Di Dunia Maya

Kehadiran internet tidak hanya mempermudah untuk mengakses berbagai informasi. Lewat internet kita juga bisa mendapatkan banyak teman dan menjalin persahabatan. Seperti bergabung dalam situs pertemanan di Bergaul.com ini. Tidak hanya pertemanan terkadang benih-benih cinta pun bisa hadir di dunia maya Tapi percayakah kamu dengan cinta di dunia maya?

Berkomunikasi lewat dunia maya apapun itu baik lewat chatting email situs komunitas atau blog merupakan sebuah media yang mempermudah kita untuk menjangkau sesuatu.. seperti jarak dan lokasi. Walaupun dia berada di benua lain sekalipun kamu tetap bisa berkomunikasi dengannya setiap hari. Banyak kisah perkenalan di dunia maya yang berakhir indah di dunia nyata. Mungkin dari beberapa teman Bergaul sudah pernah mengalaminya. Salah satu film You’ve Got Mail yang diperankan Tom Hanks dan Meg Ryan juga menceritakan tentang percintaan yang dimulai dari perkenalan dunia maya.


♥ Tapi dalam menjalin cinta di dunia maya ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan..♥


Cari tahu…

Dalam dunia maya semua informasi bisa saja di rahasiakan dan nggak jarang juga dipalsukan.. Pada dasarnya manusia cenderung berhati hati terhadap orang asing.. Dalam dunia maya kita berkomunikasi dengan seseorang yang ada dibelakang layar monitor. Dan umumnya chatter menonjolkan berbagai kelebihan yang mereka miliki dan cenderung tebar pesona. Gunakan intuisimu untuk menilai apakah ia jujur atau tidak. Untuk itu cobalah cari gali informasi sebenarnya mengenai dia. Apakah ia benar-benar single dan belum berkeluarga berapa usia sebenarnya. Dengan adanya web cam juga bisa membantumu mengetahui bagaimana dirinya.


Tak sekedar kata kata…

Saat chat dengan seseorang di dunia maya kita cenderung lebih mudah untuk mengungkapkan semua perasaan kita dan berbagai masalah yang sedang kita hadapi. Curhat sesama teman di dunia maya seringkali menjadi kontak batin antara dua chatter. Cinta dan kata-kata menjadi begitu erat. Maka nggak jarang jika sedang chatting seseorang bisa saja tersenyum tertawa bahkan menangis sendiri di depan layar monitor.. Waspadalah jangan sampai kamu termakan rayuan kata-katanya saja dan malah tertipu oleh teman di dunia mayamu.


Jika tak seindah harapan…

Jangan lupa Siapkan mentalmu sebelum kopdar (kopi darat) dengannya. Bisa jadi dia tidak seperti apa yang kita bayangkan.. Misalnya saja ketika chatting dia sangat aktif dan asyik orangnya. Tapi setelah bertemu langsung dengannya ternyata dia cenderung pendiam dan lebih-lebih kalau menyebalkan. Karena biasanya orang lebih enjoy kalau ngobrol lewat tulisan. Ingat saat pertama kali kopi darat bukan hanya kamu yang sedang menilai dia tapi dia juga sedang menilai kamu. Dan jika suatu saat nanti kamu ingin kopi darat dengannya pilihlah tempat yang tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi. Kalau bisa ajak juga seseorang menemanimu saat pertama kali kopi darat.

Jangan putus asa begitu saja..


Sama halnya dengan dunia nyata di dunia maya pun putus cinta atau kecewa terhadap pasangan seringkali terjadi.. Jangan pernah menyalahkan medianya.. kalaupun kamu dan dia tidak cocok bukan hanya karena masalah kamu mengenalnya dari dunia maya.. Mencari teman sahabat pacar bisa dimanapun.. di dunia maya sekalipun. Banyak juga pasangan yang tetap langgeng sampai pernikahan walaupun awalnya mereka saling kenal hanya lewat dunia maya.


Temukanlah pasangan jiwamu dimanapun itu baik didunia nyata maupun di dunia maya. Hubungan percintaan itu bukan berdasarkan dari mana cinta itu berasal. Tapi bagaimana kedua individu menjalaninya. Cyber love? Why not??

Forum

[URL=http://idr-clickit.com/register.php/bsoeroso.html][IMG]http://idr-clickit.com/banner1.png[/IMG][/URL]

Demo

Demo
" Salah satu bentuk aspirasi yang disampaikan melalui aksi demo Karyawan ADAM AIR "

" Situasi yang tidak seimbang sehingga masyarakat juga memberikan aspirasi lewat aksi demo "

KOMPAS.com

focusindosukses.com